Tugas Akhir

BUKU PEDOMAN

PENYUSUNAN TUGAS AKHIR SKRIPSI PROGRAM SARJANA (S1)

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PERADABAN

2018

DAFTAR ISI

  • Pendahuluan
  • Mekanisme Pengajuan Skripsi
  • Gaya Penulisan Karya Ilmiah
  • Sistematika Skripsi
  • Sistematika Skripsi dengan Pendekatan Kuantitatif
  • Sistematika Skripsi dengan Pendekatan Kualitatif
  • Petunjuk Cara Penulisan Skripsi
  • Petunjuk tentang Cara Penulisan Proposal
  • Petunjuk tentang Cara Penulisan Skripsi
  • Ruang Lingkup Penelitian Komunikasi

PENDAHULUAN

Tugas Akhir (TA) atau Skripsi untuk jenjang strata S1 (sarjana) adalah karya ilmiah yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, di bawah pengawasan atau pengarahan dosen pembimbing, untuk memenuhi kriteria-kriteria kualitas yang telah ditetapkan sesuai keilmuannya masing-masing. Tugas Akhir dibuat sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan suatu program studi. Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun Pedoman Penulisan Tugas Akhir dan diterbitkan dengan tujuan memberikan tuntunan kepada mahasiswa yang sedang melakukan penulisan tugas akhir.

  1. ESENSI SKRIPSI

Di perguruan tinggi, menulis skripsi merupakan bagian dari kegiatan belajar-mengajar yang di dalam kurikulum bernama tugas akhir. Meskipun bentuk tugas ahir bagi mahasiswa bisa berupa menulis skripsi atau tugas lain yang dirumuskan lebih lanjut oleh Fakultas dan Prodi, namun tugas akhir menulis skripsi masih menjadi pilihan penting di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, khususnya di Prodi Ilmu Komunikasi.

Menulis skripsi merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuan mahasiswa sebagai seorang intelektual, yang umumnya dinilai dari kemampuan menulis dan berbicaranya. Selain itu, menulis skripsi juga merupakan manifestasi proses berpikir sistematis sehingga skripsi dapat digunakan menjadi parameter untuk mengukur apakah seorang mahasiswa telah memenuhi kriteria ilmiah yaitu obyektif dan sistematis sebagaimana seharusnya tercermin dari proses berpikirnya, dengan demikian, mahasiswa harus bisa menulis secara obyektif dengan proses berpikir yang sistematis agar diakui sebagai intelektual.

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah. Apabila kita berpegang pada kata “ilmiah maka sebuah skripsi harus memenuhi kriteria tertentu agar bisa dikatakan ilmiah, yaitu harus mempunyai logico-empirical atau logis-empiris. Maksudnya, ia harus mempunyai dua unsur utama yaitu : (1) logika rasionalitas, dan (2) observasi. Jika observasi dilakukan dengan studi kepustakaan, maka salah satu kriteria  untuk bisa dikatakan ilmiah adalah terdapatnya referensi atau rujukan data kepustakaan yang dibuat ke dalam catatan kaki (footnotes) atau catatan akhir (endnotes). Di akhir tulisan, rujukan tersebut dibuat menjadi daftar pustakan yang terdiri dari buku, jurnal, dan terbitan berkala lainnya, termasuk bahan yang diambil secara daring meskipun demikian, perlu dimengerti bahwa bahan-bahan yang diperoleh secara daring disebut sebagai unmediated resources, yang maksudnya, sering bahan tersebut tidak mudah dilacak bukti fisiknya. Berbeda dengan buku, majalah, dan lainnya. Terkadang apa yang diunduh dari internet pada hari ini sudah tidak ada lagi di alamat tersebut pda hari berikutnya. Selain itu, karya ilmiah bisa disebut ilmiah secara teknis apabila karya tersebut menggunakan ilmu (kaidah) menulis.

Menyusun skripsi kuncinya adalah pada sistematika penulisan. Inilah yang dimaksud logis, karena pada dasarnya berpikir logis adalah berpikir secara sistematis untuk memecahkan sebuah permasalahan atau mencari kebenaran ilmuah. Karena itu, mahasiswa diharapkan memberikan perhatain lebih pada sistematika skripsinya. Dari segi observasi, karya tulis yang bernama skripsi harus benar-benar merupakan hasil observasi, meskipun dengan teknik pengumpulan data sekunder atau library research. Dengan demikian kaidah menulis hasil observasi dari kepustakaan benar-benar dikuasai. Observasi berarti empiris, maksudnya juga bisa dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, dalam menyebutkan sumber bacaan seorang penulis harus jujur, yaitu, jika orang lain melakukan pelacakan atas sumber tersebut, apa yang dirujuk benar-benar bisa ditemukan.

Dalam proses penyusunannya, skripsi tentu saja dimulai dengan penulisan proposal atau rencana penulisan. Proposal penelitian yang sifatnya analitis, yang diawali dengan pertanyaan “mengapa” berisi tiga hal utama: (1) latar belakang dan perumusan masalah, (2) teori atau kerangka berpikir yang digunakan, dan (3) hipotesis, apabila ada. Teknik menyusun rencana penelitian seperti inilah yang menjadi inti dari panduan ini. Untuk skripsi yang sifatnya deskriptif sebenarnya juga tetap mempunyai tiga unsur tersebut. Hanya saja utnuk nomor (2) tidak digunakan kata “teori” tetapi menggunakan kerangka berpikir, misalnya kerangka berpikir deduktif, atau induktif, kerangka berpikir perspektif realis, atau reformis, dan sebagainya.

Terakhir, mengingat penyusunan skripsi juga melibatkan dosen pembimbing dan tim penguji, maka tentunya materi atau substansi skripsi ini harus merupakan hasil penelitian yang pertama dan terutama, bisa diterima oleh pembimbing pada khususnya, maupun orang lain pada umumnya. Konsultasi dengan dosen pembimbing bisa dikatakan sebagai proses tawar-menawar akseptabiltas karya tulis tersebut. untuk menjembatai akseptabilitas itulah panduan skripsi ini dibuat.

Panduan ini berisi penjelasan dalam garis besar unsur-unsur penting dalam penulisan skripsi untuk Prodi  Ilmu Komunikasi. Meskipun demikian, panduan ini tidak berisi panduan teknis pengetikan, penulisan kutipan, menulis footnotes dan dafta pustaka secara rinci karena pedoman teknis tersebut sudah banyak ditulis dan bisa dengan mudah diperoleh. Meski demikian, cara penulisan referensi juga dilampirkan dalam panduan ini.

  • SUBSTANSI SKRIPSI

Menyusun skripsi dimulai dengan membuat proposal atau rencana penelitian yang nantinya dikembangkan menjadi skripsi. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana membuat dan menyusun proposal?. Ada beberapa langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal yang dibicarakan di bawah ini bukan ‘harga mati’ untuk sebuah proposal, namun sebagai panduan dalam menjembatani mahasiswa dan dosen pembimbingnya.

  1. Menentukan Topik Penelitian

     Hal pertama yang harus dipikirkan oleh mahasiswa ketika menyusun proposal adalah topik skripsi, bukan judul skripsi. Untuk menentukan topik, mahasiswa harus memilih tema yang sesuai dengan disiplinnya. Sesuai dengan disiplin studi Ilmu Komunikasi, rungan lingkup penelitian prodi ilmu komunikasi terbagi dalam beberapa kajian, yakni Jurnalistik, Publik Relation, Broadcasting, Adverting,  hal tersebut masuk  lingkup penelitian  dikarenakan hal tersebut telah menjadi perhatian bidang kajian ilmu komunikasi.

     Dari beberapa topik tersebut mahasiswa akan dengan mudah menentukan pilihan. Sebagai contoh ketika memilih topik Jurnalisitik, maka mahasiswa bisa memilih kaitannya dengan isu-isue media atau pemberitaan yang sedang hangat bisa politik, sosial, ekonomi, politik, lingkungan, kebijakan, atau lain sebagainya dengan melihat dari kajian media, analisis framing, semiotic atau yang lainya.   

     Contoh-contoh topik yang bisa dipilih dan kemudian ditentukan untuk diteliti, bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

TOPIK PENELITAN BERDASARKAN BIDANG KAJIAN

BIDANG TOPIK YANG BISA DITELITI
Jurnalistik Menulis Berita, Pengelolaan Media, Pemberitaan, Kajian Media, Wartawan Dll
Publik relation Organisasi, Kepemimpinan, Kehumasan, Management Kehumasan Dll
Broadcasting Pewartaan, Penyiaran, Program Siaran, Reporter Dll
Advertising Perikalanan, Sosial Iklan, Marketing komunikasi, Dll
Isu Kontemporer Sosial Media, Politik, Lingkungan, HAM, Gender Dll

2. Menemukan Masalah

Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak ada masalah. Dari bangun tidur hingga tidur lagi orang selalu terlibat masalah. Bahkan tidur sendiri terkadang punya masalah juga. Tapi dengan masalahlah orang bertahan hidup. mereka yang kuat adalah mereka yang mampu mengatasi masalah-masalah yang menipa dan menjadikannya kekuatan dalam megatasi masalah yang lain.

Namun demikian, “Masalah Penelitian” sering kali tidak hinggap pada semua orang. Bahkan tidak pada orang yang sudah sangat lama belajar di perguruan tinggi, banyak membaca, mengikuti diskusi, dan bahkan mahasiswa yang “pinter” sekalipun. Ini menjadikan mereka kesulitan menyelesaikan tugas akhir di kampus, seperti skirpsi, tesis bahasan disertasi.

Untuk mendapatkan sebuah masalah, cobalah mencintai sebuah topik ilmu. Jika kamu kuliah di FISIP Jurusan Ilmu komunikasi dan suka Jurnalistik, maka cintailah satu bidang semisal, menulis, reporter, kajian media dll. Kalau kamu sudah memilih bidang itu, maka cintailah bidang itu seperti kamu mencintai diri sendiri. Indikator kamu sudah mencintai bidang itu dengan baik adalah mahasiwa bisa bicara tentang ilmu itu tidak sekedar mengetahui namun sudah dapat memahami dengan baik sampai bisa menceritakannya ke orang lain serta mahasiswa mampu menganalis masalah atau fenomena yang ada dengan ilmu itu. Dan langkah selanjutnya apabila sudah tahu bidang ilmu seperti itu, maka sangat mudah mengetahui “Masalah” yang ada di sana. Jadikanlah masalah itu sebagai masalah penelitian untuk tugas akhir. 

RUANG LINGKUP PENELITIAN KOMUNIKASI

            Mengulik sedikit tentang komunikasi seperti yang diungkapkan oleh Harold Lasswell, “Who says what in which channel to whom with what effect?”, yaitu dimana terdapat komunikator (sumber pesan) yang menyampaikan suatu pesan melalui suatu saluran kepada komunikator (penerima pesan) yang menciptakan suatu efek tertentu.

            Ketika berbicara tentang ruang lingkup penelitian komunikasi, berarti merujuk pada obyek/subyek penelitian. Obyek/subyek penelitian komunikasi seperti diungkapkan oleh Mary Smith (1988), secara umum terbagi dua: pertama, subyek/obyek komunikator yang terlibat dalam proses komunikasi dan kedua adalah pesan yang dipertukarkan dalam proses komunikasi.

            Subyek/obyek komunikator dapat dikembangkan lagi meliputi studi tentang komunikator (sumber pesan), media/lembaga, dan komunikator (penerima pesan). Subyek/obyek kedua yaitu pesan dapat meliputi aspek pesan dan jenis pesan.

            Onong Uchyana Effendy (2006: 6) juga memaparkan ruang lingkup kajian ilmu komunikasi ditinjau dari komponen, bentuk, sifat, metode, teknik, model, bidang dan sistemnya, yaitu sebagai berikut:

  • Komponen Komunikasi:
    • Komunikator
    • Pesan
    • Media
    • Komunikan
    • Efek
  • Proses Komunikasi:
    • Proses primer
      • Proses sekunder
  • Bentuk Komunikasi:
    • Komunikasi personal meliputi intrapersonal dan antarpersonal
      • Komunikasi kelompok meliputi kelompok kecil (small group communication) dan komunikasi kelompok besar (large group/public speaking)
      • Komunikasi massa seperti pers, radio, televisi, film dll.
      • Komunikasi media seperti surat, telepon, pamflet, poster, spanduk, dll.
  • Sifat Komunikasi:
    • Tatap muka
    • Bermedia (mediated)
    • Verbal seperti lisan atau tulisan
    • Nonverbal seperti gestur atau gambar
  • Metode Komunikasi
    • Jurnalistik
      • Public Relations
      • Periklanan
      • Pameran
      • Publisistas
      • Propaganda
      • Perang urat saraf
      • Penerangan
  • Teknik Komunikasi
    • Komunikasi informatif
    • Komunikasi persuasif
    • Komunikasi koersif
    • Hubungan manusia
  • Tujuan Komunikasi
    • Perubahan sikap
      • Perubahan pendapat
      • Perubahan perilaku
      • Perubahan sosial
  • Fungsi Komunikasi
    • Menyampaikan informasi
    • Mendidik
    • Menghibur
    • Memengaruhi
  • Model Komunikasi
    • Komunikasi satu tahap (one step flow communication)
      • Komunikasi dua tahap (two step flow communication)
      • Komunikasi multitahap (multi step flow communication)
  • Bidang Komunikasi
    • Komunikasi sosial
    • Komunikasi organisasi
    • Komunikasi bisnis/perusahaan
    • Komunikasi politik
    • Komunikasi antarbudaya
    • Komunikasi pembangunan
    • Komunikasi lingkungan
    • Komunikasi tradisional

            Komunikasi antarmanusia atau human communication, terdiri dari beberapa setting/konteks yaitu konteks interpersonal, grup, organisasi, dan massa (Littlejohn, 1983). Fenomena komunikasi yang terjadi dalam konteks di atas, memiliki permasalahannya yang kompleks.

            Untuk memulai penelitian, seorang calon peneliti memerlukan suatu masalah yang akan diteliti dan dicari penyelesaiannya. Carilah topik penelitian yang diminati, kemudian buatlah pengamatan pada fenomena tersebut, fokuslah pada aspek tertentu. Masalah dapat dijumpai di kehidupan sehari-hari maupun dari suatu literature/buku. Masalah dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan (das sollen) dan kenyataan di lapangan (das sein).

           Pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah apakah akan melakukan penelitian terapan atau penelitian dasar. Penelitian terapan adalah peneltitian yang memiliki tujuan praktis dengan meneliti suatu masalah, maka hasil peneltiiannya dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Ada pula penelitian dasar atau peneltiian murni yaitu pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas (Nasir, 1983: 29). Dalam ilmu sosial, pembedaan murni dan terapan sebenranya tidak perlu dibatasi karena pada praktiknya, hal tersebut saling membayangi.

            Masyarakat dapat dijadikan patokan apakah penelitian tersebut terapan atau tidak dari segi apakah penelitian tersebut dapat digunakan dengan segera oleh masayarakat, sedangkan penelitian dasar seperti menguji suatu teori dalam suatu konteks dalam rangka pengembangan keilmuan tersebut.

MEKANISME PENGAJUAN SKRIPSI

  1. Persyaratan Penyusunan Proposal Skripsi

Mahasiswa jenjang S1 diizinkan mengajukan proposal penelitian skripsi dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Telah mengajukan judul dan mendapat persetujuan dari Komisi Tugas Akhir
  2. Telah lulus mata kuliah minimal 120 sks
  3. Telah lulus mata kuliah Metode Penelitian Sosial, Metode Penelitian Komunikasi, dan Analisis Hasil Penelitian dengan nilai minimal C.
  4. Untuk semua mata kuliah yang telah diambil pada saat pengajuan proposal skripsi, tidak ada nilai D dalam traskrip.
  5. Prosedur Pengajuan Proposal Skripsi

Prosedur pengajuan proposal diatur sebagai berikut:

  1. Mahasiswa mengajukan judul penelitian kepada Komisi Tugas Akhir Ilmu Komunikasi yang memuat judul penelitian, rumusan masalah dan dosen pembimbing yang diusulkan.
  2. Komisi Tugas Akhir menetapkan judul yang diterima beserta satu dosen pembimbing.
  3. Proses pembimbingan skripsi.
  4. Proposal skripsi yang telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing, diajukan kepada Komisi Tugas Akhir untuk mengajukan mengikuti ujian proposal penelitian.
  • Ujian Proposal Skripsi

Ujian proposal skripsi adalah uji kelayakan proposal skripsi yang diselenggarakan oleh jurusan. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  1. Telah lulus mata kuliah minimal 120 sks termasuk mata kuliah Metode Penelitian Sosial, Metodologi Penelitian Komunikasi dan Analisis Hasil Penelitian dengan nilai minimal C (dibuktikan dengan melampirkan transkrip akademik).
  2. Mengisi formulir pendaftaran rangkap 3.
  3. Menyerahkan 3 eksemplar proposal skripsi (tanpa jilid).
  4. Memperlihatkan kartu bimbingan skripsi (minimal telah melakukan 5 kali bimbingan).
  5. Semua berkas dimasukkan ke dalam map warna sesuai dengan warna  fakultas.
  6. Penentuan Pembimbing Skripsi

Dalam menulis skripsi, mahasiswa dibimbing oleh seorang Dosen Pembimbing Skripsi, dengan syarat:

  1. berkualifikasi akademik minimal S2
  2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
  3. Memiliki jabatan fungsional akademik minimal Asisten Ahli

Alur Pengajuan Draft Skripsi

GAYA PENULISAN KARYA ILMIAH

  1. Aspek Fisik Karya Ilmiah

Aspek fisik berhubungan dengan hal-hal material dalam sebuah karya ilmiah, seperti kertas yang digunakan, guruf apa yang boleh dipakai dan berapa ukuran huruf, bagaimana mengatur margin dan spasi serta halaman.

  1. Kertas

Naskah teks dicetak di atas kertas ukuran A4 (21×29,7 sm) 80 gram berwarna putih, tinta hitam dan menggunakan satu muka (tidak diperkenankan bolak-balik). Gambar, tabel, diagram, foto atau materi dalam bentuk bukan teks memungkinkan dicetak berwarna untuk memperjelas teks.

  1. Huruf

Naskah diketik dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran 12 regular. Kata-kata yang dianggap penting dapat menggunakan cetak tebal (bold) dan istilah asing dicetak miring (italic). Huruf judul kaver luar dan di dalam naskah menggunakan ukuran 14 dan cetak tebal (bold).

  1. Margin dan Spasi

Naskah diketik dengan margin atas 4 cm, margin  kiri 4 cm, margin kanan 3 cm dan margin  bawah 3 cm. Untuk penulisan tabel, margin disesuaikan dengan kebutuhan. Teks diketik dengan spasi ganda (2 spasi), kecuali pada kutipan langsung, judul, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran serta pustaka yang lebih dari satu baris, bisa digunakan spasi tunggal.

  1. Penomoran Halaman

Nomor halaman setiap halaman dicetak di sisi kanan bawah, sedangkan untuk halaman pertama bab dicetak di tengah bawah. penomoran halaman menggunakan nomor arab (1,2,3…) dan penomoran halaman pelengkap (kata pengantar, persembahan, daftar isi dll) menggunakan penomoran romawi kecil (i, ii, iii,…)

  • Halaman Pelengkap Karya Ilmiah

Merupakan halaman yang menyertai isi substantive sebuah karya ilmiah, utamanya skripsi. Beberapa unsure halaman pelengkap ini terdiri dari: (a) halaman judul (sampul luar); (b) halaman judul (sampul dalam); (c) halaman pernyataan keaslian; (d) halaman pengesahan; (e) halaman motto (jika ada); (f) halaman persembahan (jika ada); (g) halaman abstrak; (h) halaman abstract; (i) halaman kata pengantar; (j) halaman daftar isi; (k) halaman daftar tabel; (l) halaman daftar gambar (jika ada); (m) halaman daftar lampiran. Berikut adalah penjelasannya:

  • Halaman Judul (sampul luar)

Halaman judul (sampul luar )dicetak dengan hard cover berwarna hijau.

  • Halaman Judul (sampul dalam)

Halaman judul (sampul dalam) secara layout identik dengan halaman judul (sampul luar), dicetak di atas kertas A4 dan diletakkan setelah halaman judul (sampul luar).

  • Halaman Pernyataan keaslian

Untuk menghindari tindakan curang dan criminal secara intelektual di lingkungan lebaga pendidikan (plagiarism), maka diperlukan adanya halaman pengakuan keaslian karya ilmiah. Halaman ini berisi pengakuan tertulis penulis bahwa karya tersebut adalah benar-benar karyanya sendiri dan disertai tanda tangan pembuat pernyataan. Format halaman keaslian dapat dilihat pada lampiran di akhir buku ini.

  • Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan berisi pengakuan pihak berwenang di lingkungan FISIP Universitas Peradaban untuk memberi legitimasi atas karya ilmiah yang dihasilkan penulis.  Pengesahan tersebut dibuktikan dengan adanya tanda tangan dari: (a) Dekan; (b) Pembimbing; (c) Penguji 1; (d) Penguji 2

  • Halaman Motto

Berisi kata-kata mutiara yang dipilih oleh penulis. Penulisan motto dengan menggunakan huruf Times New Roman  ukuran 14 ditulis dengan posisi miring (italic).

  • Halaman Persembahan

Halaman persembahan berisi pernyataan persembahan karya ilmiah kepada pihak-pihak yang dihormati atau dinilai berjasa dalam proses penyusunan karya ilmiah tersebut. Ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Halaman Abstrak

Berisi ringkasan dari keseluruhan naskah karya ilmiah yang di dalamnya mencakup unsure penting dalam karya ilmiah, dengan memperhatikan hal-hal berikut: (a)ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar secara singkat dan jelas, mencakup judul, latar belakang, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan dan saran; (b) diketik dengan spasi rapat (single),  Times New Roman  ukuran 12; (c) jumlah kata antara 150-300 kata sudah termasuk judul; (d) disertai kata-kata kunci (keywords) sebanyak 3-5 kata kunci.

  • Halaman Abstract

Halaman ini sama dengan halaman abstrak, hanya ditulis dengan menggunakan Bahasa Inggris.

  • Halaman Kata Pengantar

Halaman ini berisi berbagai hal terkait dengan proses penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti seperti munculnya ide penelitian, manfaat penelitian, proses berlangsungnya penelitian. Penulisan menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12 spasi ganda dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Halaman kata pengantar tidak boleh lebih dari 2 halaman.

  • Halaman Daftar Isi

Halaman ini berisi semua bab dan subbab yang ada dalam naskah dengan mencantumkan posisinya pada halaman terkait. Halaman ini berguna untuk memandu pembaca untuk menemukan bagian tertentu yang dirasa penting dan menarik perhatian untuk dibaca lebih lanjut.

  • Halaman Daftar Tabel

Halaman ini berisi semua tabel yang ada dalam naskah dan disertai posisinya pada halaman terkait. Penomoran setiap tabel dimulai dengan mencantumkan identitas bab dan nomor urut tabel dalam bab tersebut. Setiap pergantian bab, disertai nomor urut tabel baru. Misal, Tabel 1.1.——– (tabel pertama di bab 1).

  • Halaman Daftar Gambar

Halaman ini berisi daftar semua gambar, diagram, bagan, grafik yang relevan untuk menjelaskan informasi yang ada dalam teks tersebut. Penomoran setiap gambar dimulai dengan mencantumkan identitas bab dan nomor urut gambar dalam bab tersebut.

  • Halaman Daftar Lampiran

Halaman ini berisi daftar nama lampiran yang disertakan dalam laporan penelitian. Penulisan daftar lampiran berdasarkan urutan penempatan lampiran yang ada dan tidak disertakan halaman.

  • Petunjuk Penulisan Sumber Pengutipan

Pengutipan (quotation) adalah pencantuman pemikiran, hasil penelitian atau pernyataa ilmuwan lain yang dirasa relevan oleh penulis. Terdapat dua macam pengutipan: (a) langsung; (b)tidak langsung; (b)paraphrase.

            Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya, tidak boleh ada perubahan. Apabila ada hal yang dinilai salah atau meragukan, diberi tanda (sic!) pada bagian yang meragukan tersebut yang berarti hanya mengutip sesuai aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang tidak sama persis dengan teks aslinya.

            Secara umum terdapat dua model penulisan kutipan: (a) catatan samping; (b) catatan kaki. Pada lingkungan jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Peradaban menggunakan model penulisan catatan samping. Penggunaan model ini bisa dilakukan bersama-sama dengan model catatan kaki apabila memang benar-benar diperlukan.

  • Model Catatan Samping (sidenote)

Model catatan ini digunakan untuk kutipan langsung dan tidak langsung (parafrase). Catatan smaping mempunyai fungsi: (a) menunjukkan sumber kutipan; (b) catatan penjelas; (c) gabungan antara penunjukkan sumber dan catatan penjelas yang kadang diberi komentar oleh penulis. Model penulisan catatan samping menggunakan salah satu bentuk di bawah ini. Penulisan sumber kutipan TIDAK ditebalkan (bold) dan TIDAK dimiringkan (italic).

Contoh:

            Stephen W. Littlejohn menjadi (Littlejohn, tahun: halaman)

            Thomas Wiyasa B mejadi (Wiyasa B, tahun: halaman)

            Thomas W.B. menjadi (Thomas WB, tahun: halaman)

  • Contoh Catatan Samping (sidenote) dengan Kutipan Langsung Kurang atau Sama dengan 3 Baris

——————————————

Hasil penelitian terkait pengetahuan politik ternyata bervariasi dilihat dari penggunaan media dan diskusi interpersonal yang dilakukan para calon pemilih. Sebagaimana ditunjukkan oleh Feldman dan Price (2008: 55), “Recent research has yielded inconsistent findings regarding the relationship between interpersonal discussion and media use in the production of political knowledge”.

——————————————

  • Contoh Catatan Samping (sidenote) dengan Kutipan Langsung  Lebih dari

3 Baris

——————————————

Hasil penelitian terkait pengetahuan politik ternyata bervariasi dilihat dari penggunaan media dan diskusi interpersonal yang dilakukan para calon pemilih. Akan tetapi penelitian terbaru menunjukkan hasil berbeda ketika dimasukkan isu ketidaksetujuan politik sebagai variabel baru yang berposisi sebagai moderator.

The result showed a negative interaction between discussion frequency and disagreement in predicting knowledge of candidate issue positions. This suggests either that the benefits of frequent discussion are stranger for those whose discussion networks are composed of like-minded others or that disagreement facilitates learning only at low levels of discussion frequency (Feldman dan Price, 2008: 55).

——————————————-

  • Contoh Catatan Samping (sidenote) dengan Kutipan Tidak Langsung

——————————————-

Ketika bicara tentang pengetahuan politik orang biasanya akan mengaitkan dengan pola konsumsi media dan diskusi interpersonal yang dilakukan para calon pemilih. Akan tetapi beberapa kajian ternyata tidak mengkonfirmasi hubungan positif di antara ketiga variabel tersebut. Relasi di antara ketiga variabel tersebut makin rumit ketika digunakan sikap ketidaksetujuan politik sebagai variabel mediatornya (Feldman dan Price, 2008: 55).

——————————————–

  • Model Catatan Kaki (footnote)

Catatan kaki (footnote) adalah daftar keterangan khusus yang ditulis dib again bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah (endnote). Catatan kaki biasanya digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar terkait dengan substansi kutipan yang apabila komentar ini dimasukkan dalam teks utama (body text) akan mengganggu pemaknaan keseluruhan isi teks tersebut.

  • Daftar Pustaka

Merupakan susunan daftar bacaan yang digunakan oleh penulis atau peneliti sebagai bahan rujukan penulisan, baik berupa buku, artikel jurnal, artikel majalah, arsip wawancara, naskah pidato, data statistik dsb.

            Diantara beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang ada, gaya penulisan karya ilmiah di lingkungan Ilmu Komunikasi menggunakan model dari American Psychological Association (APA) Syle Guide. Berikut beberapa ketentuan terkait gaya penulisan tersebut:

  1. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
  2. Literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.
  3. Daftar Pustaka ditulis/diketik satu spasi berurutan secara alfabetis tanpa nomor
  4. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama adepan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk.
  5. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis ditulispertama ditulis seperti aturan nomor “4”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan, nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang juga dibalik seperti penulis pertama].
  6. Jika penulis adalah enam orang, maka setiap nama penulis harus dituliskan. Apabila lebih dari enam penulis, maka tulis hanya nama belakang dan inisial nama depan penulis pertama, lalu diikuti dengan singkatan et al (yang diikuti dengan titik).
  7. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya.
  8. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengna penullis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&” serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walau literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan Bahasa Inggris).
  9. Apabila ada nama penulis yang sama dalam daftar pustaka, ditulis berurutan dari tahun yang paling lama dan bisa ditambahkan huruf a,b,c setelah tahun.
  10. (Hanya) huruf pertama dari judul karya atau judul tambahan ditulis menggunakan huruf kapital.
  11. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, tergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi.

Cara Penulisan Daftar Pustaka

  1. Buku Teks

       Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku, (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [jika ada dua penulis, lihat aturan nomor 5].

Contoh:

Jones, R. (2007). Nursing leadership and management: Theories, process and practice.      Philadelphia, PA: F. A. Davis.

Claiborne, L., dan Drewery, W. (2010). Human development: Family, place, culture. North           Ryde, Australia: McGraw-Hill.

  • Buku Tanpa Pengarang

Contoh:

Longman dictionary of contemporary English (4th ed.). (2003). Harlow, England: Longman.

  • Buku dengan Editor(s)

Contoh:

Persley, D. M. dan Hill, M. (Ed.). (1992). Diseases of fruit crops (2nd ed.). Brisbane, Queensland, Australia: Department of Primary Industries.

  • Ensiklopedia/kamus

Contoh:

Bergmann, P. G. (1993). Relativity. In The new encyclopedia Britannica (Vol. 26, pp. 501-           508). Chicago, USA: Encyclopedia Britannica.

  • Online Ensiklopedia

Contoh:

Christchurch. (2007). In Encyclopedia Britannica. Diunduh dari      http://search.eb.com/eb/article-9082394

6.  Penulis adalah sebuah organisasi

Contoh:

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2011). Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dan   operasi yang dihentikan.  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 58 (Revisi      2009). Jakarta: DSAK-IAI.

7.    Tesis atau disertasi

Contoh:

Brown, T. N. (1995). Simulation of the development of the root system and associated        microbial community of Pinus radiata. (Unpublished doctoral thesis). Lincoln           University, Lincoln, New Zealand.

Xie, Z. (2007). Modelling genetic regulatory networks: A new model for circadian rhytms in          Drosophila and investigation of genetic noise in a viral infection process (Doctoral    thesis, Lincoln University, 2007). Diunduh dari http://hdl.handle.net/10182/31

8. Prosiding (salah satu karya bukan semuanya)

Contoh:

Brackley, P. (1995). Through other eyes. Dalam D.H. Owen dan B.F. Frey (Eds.),                                Ergonomics tomorrow: Adapting the future: Proceedings of the Sixth Conference of                 the       New Zealand Ergonomics Society, Lincoln, 16-17 February 1995 (hal. 50-52).                Palmerston North, New Zealand: New Zealand Ergonomics Society.

9. Prosiding secara utuh

Contoh:

Owen, D.H.  dan Frey, B.F. (Eds.). (1995).   Ergonomics tomorrow: Adapting the future:              Proceedings of the Sixth Conference of the           New Zealand Ergonomics Society,                             Lincoln, 16-17 February 1995. Palmerston North, New Zealand: New Zealand                                Ergonomics Society.

10. Artikel dalam Jurnal

Contoh:

Riduwan, A. (2010). Etika dan perilaku koruptif dalam praktik manajemen laba. Jurnal                             Akuntansi & Auditing Indonesia, 14(2), 121-141.

  1. Artikel tanpa nama pengarang

Contoh:

Painting life in the southern beach forest. (2000). Forest and Bird, 297(12), 24-25.

  1. Artikel koran tanpa pengarang

Contoh:

Scientist discounts lamp radioactivity. (1995, Januari 16). The Press, hal. 2.

  1. Artikel koran dengan pengarang

Contoh:

English, P. (1996, Desember 28). Anguish as moths escape spraying. New Zealand Herald,           hal. A1.

  1. Artikel koran online

Contoh:

Bruce, D. (2007, Desember 13). Chairman frustrated by ‘nonsense’. Otago Daily Times.     Diunduh dari http://www.odt.co.nz

  1. Web pages (dengan pengarang)

Contoh:

Kedgley, S. (2004, Juni 7). Greens launch Food Revolution. Diunduh dari             http://www.greens.org.nz/searchdocs/PR7545.html

  1. Web pages (tanpa pengarang)

Contoh:

Kiwi. (2010, April 13). Diunduh April 14, 2010 dari http://en.wikipwdia.org/wiki/Kiwi

  1. Web pages (tanpa tanggal)

Contoh:

New Zealand Dragon Boat Association. (n.d.). NZDBA Membership. Diunduh dari             http://www.nzba.co.nz/Home/Membership.php

  1. Video

Contoh:

Norton, R. (2006, November 4). How to train a cat to operate a light switch [Video file]. Diunduh dari http://www.youtube.com/watch?v=Vja83KLQXZs

  • Tata Cara Penulisan Tabel, Grafik, Bagan, dan Aspek Visual Lain
    • Tabel

Tabel adalah data yang disajikan dalam bentuk kolom dan baris dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tabel disusun dan dimuat dalam satu halaman atau dilanjutkan di halaman berikutnya.
  2. Tabel yang disajikan bersama dengan teks, jangan terlalu kompleks.
  3. Pada keadaan tertentu, huruf dalam tabel diperkecil.
  4. Tabel yang disajikan harus tabel yang dibahas bilamana tidak dibahas dalam teks tetapi perlu, tabel dicantumkan pada lampiran.
  5. Tabel dalam teks yang disertai dengan nomor tabel, harus diketik dengan huruf “T” kapital.
  6. Teks dalam lajur kolom harus mudah dimengerti langsung dari keberadaan tabel tanpa harus melihat keterangan lain dalam teks di luar tabel.
  • Bilamana terpaksa ada singkatan yang tidak lazim, sajikan keterangan dari singkatan di bawah tabel.
  • Tabel yang dicantumkan hanya menampakkan garis horisontal.
  • Tabel yang dikutip dari pustaka, dicantumkan nama penulis dan tahun publikasi dalam tanda kurung.
  • Tabel yang dikutip dari daftar pertanyaan, dicantumkan juga sumbernya.
  • Jarak antara baris dalam judul tabel diketik satu spasi dan tidak diakhiri dengna titik.
  • Cara membaca tabel: dibaca yang bersifat penting saja dari simpulan statistic yang ada.
    • Gambar

Sajian data berupa grafik, diagram, monogram, bagan, foto dan peta. Ketentuannya sebgai berikut:

  1. Pembuatan grafik, diagram, monogram, foto dan peta disarankan menggunakan komputer dengan memakai simbol yang jelas maksudnya.
  2. Diusahakan gambar yang ditampilkan sudah mampu menjelaskan data atau informasi maksud dicantumkannya gambar tersebut tanpa harus melihat dalam teks lain.
  3. Gambar dalam teks harus diketik dengna huruf “G” capital
  4. Jarak antara baris dalam judul gambar diketik satu spasi dan tidak diakhiri dengan titik
  • Tata Cara Penulisan Bab dan Subbab
    • Judul Bab, Subbab dan Sub Subbab
      • Judul Bab

Ditulis seluruhnya dengan huruf kapital, diketik tebal dengan ukuran 12 dan diatur simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri dengan titik. Semua kata menggunakan huruf capital kecuali kata penghubung dan kata depan.

  • Judul Subbab

Diketik tebal tanpa diakhiri dengan titik. Kata pertama diawali dengan huruf kapital. Kalimat pertama sesudah judu subbab dimulai dengan alinea baru. Jika subbab lebih dari satu baris maka ditulis satu spasi.

  • Judul Sub Subbab

Diketik mulai dari batas tepi kiri dan dicetak miring (Italic) serta dicetak tebal (bold), hanya kata pertama diawali huruf kapital, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah judul sub subbab dimulai dengan alinea baru.

  • Penomoran Bab, Subbab, dan Sub Subbab

Ketentuan penomoran bab, subbab, sub subbab adalah sebagai berikut:

  1. Nomor Bab ditulis dengan angka Romawi Besar
  2. Nomor Subbab ditulis dengan angka sesuai bab secara urut
  3. Nomor Sub Subbab ditulis dengan angka sesuai subbab secara urut
  4. Nomor Sub Sub Subbab ditulis dengan angka sesuai dengan sub subbab secara urut.

SISTEMATIKA SKRIPSI

  1. Pendekatan Kuantitatif

Halaman judul (sampul luar )

Halaman judul (sampul dalam)

Halaman pernyataan keaslian

Halaman pengesahan

Halaman motto

Halaman persembahan

Halaman abstrak

Halaman abstract

Halaman kata pengantar

Halaman daftar isi

Halaman daftar tabel

Halaman daftar gambar

Halaman daftar lampiran

BAB I

PENDAHULUAN

  1.   Latar Belakang Masalah
    1.   Perumusan Masalah
    1.   Tujuan Penelitian
    1.   Kegunaan Penelitian
    1.   Kerangka Teori/Konsep

Jenis-jenis variabel yang diturunkan dar teori yang digunakan dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:

  1. Variabel Bebas (Independent Variable)Variabel Terikat (Dependent Variable)Variabel ModeratorVariabel Antara (Intervening Variable)Variabel Kontrol
    1.   Hipotesis (jika ada)
    1.   Definisi Konseptual
    1.   Definisi Operasional
    1.   Metode Penelitian
  1. Tipe Penelitian
    1. Populasi dan sampel
      1. Populasi
      1. Sampel
    1. Teknik Pengambilan Sampel
    1. Jenis dan Sumber Data
      1. Jenis Data
      1. Sumber Data
    1. Skala Pengukuran
    1. Teknik Pengumpulan Data
    1. Instrumen Penelitian
    1. Teknik Analisis

BAB II

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN (Bukan Judul Bab)

BAB III

ANALISIS dan INTERPRETASI HASIL PENELITIAN (Bukan Judul Bab)

BAB IV

PENUTUP

4.1.  Simpulan

4.2.  Saran (Jika ada)

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

  • Pendekatan Kualitatif

Halaman judul (sampul luar )

Halaman judul (sampul dalam)

Halaman pernyataan keaslian

Halaman pengesahan

Halaman motto

Halaman persembahan

Halaman abstrak

Halaman abstract

Halaman kata pengantar

Halaman daftar isi

Halaman daftar tabel

Halaman daftar gambar

Halaman daftar lampiran

BAB I

PENDAHULUAN

  1.   Latar Belakang Masalah
    1.   Perumusan Masalah
    1.   Tujuan Penelitian
    1.   Kegunaan Penelitian
    1.   Kerangka Pemikiran Teoritis
    1.   Operasionalisasi Konsep
    1.   Metode Penelitian
      1. Desain Penelitian
      1.  Situs Penelitian
      1. Subjek Penelitian
      1.  Jenis Data
      1. Sumber Data
      1. Teknik Pengumpulan Data
      1. Analisis dan Interpretasi Data
      1. Kualitas Data (Goodness Criteria)

BAB II

DESKRIPSI SUBJEK/OBJEK PENELITIAN (Bukan Judul Bab)

BAB III

HASIL PENELITIAN (PENYAJIAN DATA) (Bukan Judul Bab)

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN (Bukan Judul Bab)

BAB V

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

PETUNJUK CARA PENULISAN SKRIPSI

  1. Petunjuk tentang Cara Penulisan Proposal Skripsi

Proposal skripsi atau usulan penelitian untuk skripsi yang kemudian akan menjadi Bab I, yaitu Pendahuluan dalam skripsi. Petunjuk mengenai Bab I adalah sebagai berikut:

  1. Latar Belakang Masalah

Memuat uraian mengenai masalah penelitian, alasan mengapa masalah tersebut perlu dan dapat diteliti. Tunjukkan pula letak masalahnya yang hendak diteliti di dalam konteks permasalahan yang lebih luas, serta kemungkinan pemecahan masalah dalam penelitian tersebut.

  • Perumusan Masalah

Merupakan pemaparan masalah sistematis, logis, dan konkret baik dalam bentuk pertanyaan (research questions), pernyataan (problem statement), atau kombinasi keduanya.

  • Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian memuat upaya pemecahan dan rencana jawaban terhadap masalah penelitian dengan jelas adan tegas.

  • Kegunaan (Signifikansi) Penelitian

Mencakup kegunaan bagi perkembangan akademis (ilmu pengetahuan), kegunaan praktis dan sosial bagi upaya pemecahan masalah.

  • Kerangka Pemikiran/Kerangka Teori

Pada bagian ini dikemukakan hasil penelitian sebelumnya (state of the art) yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian secara sistematis dan analitik, yang kemudian peneliti menarik benang merahnya. Dikemukakan pula teori-teori yang relevan dengan topik penelitian.

  • Hipotesis (Jika diperlukan)

Hipotesis merupakan “pendapat yang masih lemah” atau “pendapat tentative atau jawaban sementara” penelitian. Perumusan hipotesis diturunkan dari bangunan kerangka pemikiran. Hipotesis harus konsisten dengan kerangka pemikiran yang digunakan.

  1. Dalam terminology kuantitatif yang menggunakan analisis statistic untuk menguji hipotesis, maka hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan disebut dengan hipotesis kerja/alternatif (Ha), sedangkan hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan atau perbedaan disebut hipotesis statistik/nol (H0).
  2. Definisi Konseptual

Menguraikan pengertian dari konsep yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Peneliti menjelaskan pengertian dan karakteristik dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian dengan mengacu pad akerangka pemikiran yang telah dirumuskan.

  • Definisi Operasional/ Operasionalisasi Konsep

Merupakan tahapan di mana peneliti berusaha menjabarkan konsep atau variabel penelitian dalam rincian yang terukur. Jika dalam definisi konsep masih bersifat abstrak, maka operasionalisasi konsep menjadi bagian yang lebih konkrit/terukur.

  1. Dilakukan dengan terlebih dahulu mengurai konsep/variabel menjadi faktor-faktor yang membentuk variabel tsb. Kemudian dirinci indikator dari masing-masing variabel. Indikator inilah yang kemudian dikembangkan menjadi daftar pertanyaan (kuesioner).
  2. Metode Penelitian
    1. Metode Penelitian Kuantitatif
  3. Tipe Penelitian

Terdapat tiga tipe penelitian: eksploratif, deskriptif dan eksplanatori

  • Populasi

Adalah wilayah unit analisis yang akan diteliti.

  • Sampel

Sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel adalah representasi dari populasi. Mencakup ukuran sampel, teknik pengambilan sampel.

  • Teknik Pengambilan Sampel

Ada 2 metode pengambilan sampel yaitu sampel probabilitas dan non probabilitas.

  • Jenis Data

ada 2 jenis data yaitu kuantitatif (numerik) dan kualitatif (deskriptif).

  • Sumber Data

Data diperoleh dari sumber primer (diperoleh langsung dari sumbernya) dan sekunder (tidak langsung dari sumbernya).

  • Skala Pengukuran

Skala pengukuran terdiri dari nominal, ordinal, interval dan rasio.

  • Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, self-administered survey, observasi, dan dokumentasi.

  • Instrumen Penelitian

Merupakan alat pengumpul data meliputi kuesioner, pedoman wawancara, panduan observasi, dsb.

  • Teknik Analisis

Teknik analisis dalam penelitian kuantitatif dimulai dengan analisis deskriptif dapat berupa tabel, grafik, diagram, gambar dll. Penelitian eksplanatori dilanjutkan dengan analisis inferensial melalui penyajian teknik analisis statistic untuk menguji hipotesis.

  • Metode Penelitian Kualitatif
    • Desain Penelitian

Terdapat 2 tipe penelitian: eksploratif dan deskriptif

  • Situs Penelitian

Menetapkan tempat di mana penelitian akan dilaksanakan. Penelitian kualitatif merupakan studi yang berlangsung dalam situasi alamiah, di mana peneliti tidak melakukan manipulasi latar  (setting) penelitian.

  • Subjek Penelitian

Individu atau kelompok yang diahrapakan oleh peneliti dapat menceritakan apa yang mereka ketahui tentang hal yang berkaitan dengan kasus yang diteliti.

  • Jenis Data

Menggunakan data berupa: teks, kata-kata tertulis, frasa-frasa atau simbol-simbol yang merepresentasikan orang, tindakan, peristiwa dalam kehidupan sosial.

  • Sumber Data

Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder.

  • Teknik Pengumpulan Data

Data dapat dikumpulkan dengan menggunakan teknik misalnya, observasi, wawancara mendalam, wawancara kualitatif, diskusi kelompok terarah (FGD) dsb.

  • Analisis dan Interpretasi Data

     Analisis data kualitatif merupakan proses kreatif, namun  terdapat metode yang secara eksplisit dan sistematis yang sebaiknya digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data tekstual. Aspek koding merupakan hal yang paling umum dalam studi kualitatif.

  • Kualitas Data (Goodness Criteria)

     Dalam paradigma interpretif (konstruktivis) diperoleh melalui kredibilitas dan otentisitas dari realita yang dihayati oleh para pelaku sosial. Dalam paradigma kritis, kualitas data diperoleh melalui analisis historical situatedness yaitu sejauh mana penelitian memperhatikan konteks latar belakang historis, sosial, budaya, ekonomi dan politik.

  • Petunjuk tentang Cara Penulisan Skripsi

BAB I      Sama dengan proposal

BAB II     DESKRIPSI OBYEK/SUBYEK PENELITIAN (Bukan Judul Bab)

Memuat gambaran umum tentang obyek penelitian yang ada relevansi dengan tujuan dari obyek/subyek penelitian, misal kondisi geografis, komposisi penduduk, identitas responden.

BAB III   PEMBAHASAN (Bukan Judul Bab)

Terdiri dari 2 sub bab yaitu:

  1. Temuan Penelitian (bukan judul subbab)

Subbab ini memuat hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian dan hipotesis (jika ada). Jika menggunakan analisis statistik yang dimuat adalah hasil akhir (perhitungan akhir), sedangkan perhitungan statistik (print out) dimuat dalam lampiran. Jika disertai tabel, grafik, gambar, foto, maka disajikan sesuai ketentuan.

  • Pembahasan (bukan judul subbab)

Sub ini memuat sub subbab sesuai dengan materi bahasan. Juga memuat hubungan antara konsep dan teori yang digunakan dengan hasil penelitian, penalaran baik secara teoritik dan atau empiric terhadap rumusan yang diajukan. Dalam pembahasan tidak perlu lagi memuat tabel, grafik, atau bentuk penyajian data lainnya.

BAB V PENUTUP

  1. Simpulan

Merupakan rangkuman dari hasil pembahasan yang menjawab perumusan masalah dan memuat temuan-temuan penelitian yang menonjol dalam bentuk narasi dengan dukungan angka bila diperlukan.

2.  Saran (jika perlu)

Memuat implikasi hasil penelitian terhadap ilmu pengetahuan, implikasi terhadap penggunaan praktis, saran bagi penelitian berikutnya, dan memuat keterbatasan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Disusun sesuai abjad

Sumber dari buku dipisahkan dari sumber nonbuku.

LAMPIRAN

Menyajikan perhitungan statistik (print out), surat ijin penelitian, dsb.

Lampiran 1

Halaman Cover (dalam dan luar)

(lambang universitas)

Perilaku Komunikasi Politik

                                      Warga Nahdatul Ulama: (times new roman 14 Bold Spasi 1.5)

Sebuah Observasi Pengajian NU Menjelang Pemilu 2004

                        di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak   (TNR 12 Bold Spasi 1.5)

Skripsi

Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan

                   Pendidikan Strata 1      (TNR 14 Bold Spasi 1.5)

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Peradaban (TNR 12 Bold Spasi 1.5)

Penyusun

Siti Badriah

43119009

(TNR 14 Bold)

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVARSITAS PERADABAN

BUMIAYU

                                                            2018            (TNR 12 Bold Spasi 1.5)

Lampiran 2

Halaman Pengesahan

PENGESAHAN

                                                                (tnr 14 Bold)

Judul Skripsi          : Pengaruh Intensitas Terpaan Iklan Anti Rokok terhadap Keputusan Berhenti Merokok pada Siswa Laki-laki SMA 1 Bumiayu

Nama Penyusun    : Siti Badriah

Jurusan                  : Ilmu Komunikasi 

Dinyatakan sah sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata 1

Bumiayu, 13 Juli 2018

(TNR 12 Bold Spasi 1.5)

Dekan
 
 
……………………..
NIP. ………………..    

Dosen Pembimbing:

  • Pembimbing                                                                       (…………………………………………)

Dosen Penguji:

  1. Penguji pertama                                                                  (…………………………………………)
    1. Penguji kedua                                                                     (…………………………………………)

Lampiran 3

Contoh Pembuatan Tabel

Tabel 3.4

Domisili Pelaku Usaha Pengasapan Ikan

No. Desa Frekuensi Persentase
1. Ngaglik Kidul 1 3,4
2. Ngaglik Lor 2 6,9
3. Plongkowati 3 10,3

Sumber: Daftar Pertanyaan Nomor 2, diolah

Tabel 3.5

Tabulasi Silang Kualitas Pesan Kampanye PUP dengan Tingkat Pengetahuan Remaja

Kualitas Pesan Kampanye (X) Tingkat Pengetahuan Remaja (Z) Total
Rendah Sedang Tinggi
Rendah (19) 51.4% (17) 45.9% (1) 2.7% (37) 100%
Sedang (8) 16% (37) 74% (5) 10% (50) 100%
Tinggi (0) 0% (7) 53.8% (6) 46.2% (13) 100%
Total (27) 27% (61) 61% (12) 12% (100) 100%

                        Sumber: data diolah 2015

Contoh Pembuatan Tabel lebih dari satu halaman:

Tabel 3.6

Domisili Pelaku Usaha Pengasapan Ikan

No. Desa Frekuensi Persentase
(1) (2) (3) (4)
1 Ayodyapolo 2 6,9
2 Dworowati 20 69,0
3 Ngaglik Kidul 1 3,4

Penulisan tabel lanjutan:

(1) (2) (3) (4)
4 Karangayu 2 6,9
5 Bulu Lor 20 69,0
6 Bulu Kidul 1 3,4

Sumber: Daftar Pertanyaan Nomor 3, diolah

Lampiran 4

Contoh Pembuatan Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Tabel

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………… i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN………………………………………….. ii

HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………………… iii

LEMBAR PERSEMBAHAN………………………………………………………………. vi

ABSTRAKSI……………………………………………………………………………………… vii

ABSTRACT…………………………………………………………………………………………. viii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………. ix

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………… xi

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………… xii

DAFTAR TABEL……………………………………………………………………………….. xiii

DAFTAR GRAFIK…………………………………………………………………………….. xiv

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………………………….. xv

BAB I….. PENDAHULUAN…………………………………………………………………. 1

1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………………… 1

1.2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………….. 6

1.3. Tujuan Penelitian……………………………………………………………………………… 8

1.4. Signifikansi Penelitian………………………………………………………………………. 8

1.5. KerangkaTeori…………………………………………………………………………………. 9

1.6. Hipotesis…………………………………………………………………………………………. 31

1.7. Definisi Konseptual………………………………………………………………………….. 32

1.8. Definisi Operasional…………………………………………………………………………. 33

1.9. Metode Penelitian…………………………………………………………………………….. 35

BAB II… INFORMASI TENTANG GENERASI BERENCANA……………… 47

2.1. Kampanye Generasi Berencana Di Indonesia………………………………………. 47

2.2. Perkembangan Kampanye Generasi Berencana Di Banjarnegara……………. 52

BAB III.. ANALISIS DESKRIPTIF………………………………………………………. 59

3.1. Karakteristik Umum Respoden………………………………………………………….. 59

3.2. Variabel Kualitas Pesan Kampanye PUP…………………………………………….. 60

3.3. Variabel Tingkat Pengetahuan……………………………………………………………. 73

3.4. Variabel Tingkat Preferensi Usia Kawin Pertama…………………………………. 83

3.5. Kecenderungan Hubungan Antarvariabel Menggunakan  Crosstab………… 92

3.6. Uji Asumsi Klasik…………………………………………………………………………….. 96

3.7. Pengujian Hipotesis………………………………………………………………………….. 99

3.8. Diskusi Penelitian…………………………………………………………………………….. 110

BAB IV……………………………………………………………………………………………… PENUTUP               126

5.1. Simpulan…………………………………………………………………………………………. 126

5.2. Rekomendasi…………………………………………………………………………………… 127

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Proses Pembelajaran Observasional…………………………………………. 19

Gambar 1.2 Schematization of The Relations Between The Three Classes of

Determinants in Triadic Reciprocal Causation…………………………. 20

Gambar 1.3 Visualisasi Hubungan Antarvariabel………………………………………… 32

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1… Responden Berdasarkan JenisKelamin……………………………………… 59

Tabel 3.2… Tabulasi Silang Kualitas Pesan Kampanye PUP dengan Tingkat Pengetahuan Remaja             92

Tabel 3.3… Tabulasi Silang Variabel Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Preferensi Usia Kawin Pertama           …………………………………………………………………………………………. 93

DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1…. Pengetahuan Sumber Pesan………………………………………………… 60

Grafik 3.2…. Kejujuran dan Ketidakberpihakan Sumber Pesan………………….. 62

Grafik 3.3…. Daya Tarik Fisik Sumber Pesan…………………………………………… 64

Grafik 3.4…. Sumber yang Menyenangkan……………………………………………… 66

Grafik 3.5…. Gaya Bahasa…………………………………………………………………….. 68

Lampiran 5

Contoh Surat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama               : Siti Badriah

NIM                : 4310090

Fakultas           : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan            : Ilmu Komunikasi

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya susun dengan judul:

Pengaruh Intensitas Terpaan Iklan Anti Rokok terhadap Keputusan Berhenti Merokok pada Siswa Laki-laki di SMA 1 Bumiayu

Adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari skripsi atau karya ilmiah orang lain. Apabila dikemudian hari pernyataan saya terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaannya).

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan bilamana diperlukan.

Bumiayu, 13 Juli 2018
Pembuat Pernyataan
 
Siti Badriah
NIM: 4310090